Dari Garis Depan Lalu Lintas ke Podium Juara: Kisah Inspiratif Briptu Fatimah, Polwan Berprestasi Polres Malang


 MALANG — Menjalankan tugas pengamanan jalan raya di bawah terik matahari tentu bukan hal yang mudah. Namun, bagi Brigadir Polisi Satu (Briptu) Fatimah Zahro Rizqiyah, tantangan tersebut justru menjadi pendorong untuk terus menorehkan prestasi membanggakan.

​Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang ini membuktikan bahwa profesi sebagai abdi negara dan hobi berprestasi dapat berjalan selaras. Di balik kesehariannya mengatur arus lalu lintas dan memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat Jawa Timur, Briptu Fatimah menyimpan bakat luar biasa di bidang olahraga bela diri.

​Kerja keras dan latihan intensif yang ia jalani akhirnya berbuah manis. Bersama rekan sejawatnya, Bripda Ramadita Devyana, ia sukses menyabet medali perunggu dalam ajang bergengsi Kapolda Jatim Cup 2025 kategori bela diri beregu putri antar-Polres se-Jawa Timur. Ajang tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79.

​Bagi polwan muda ini, pencapaian tersebut bukanlah hasil yang instan. Diperlukan konsistensi, menjaga kebugaran fisik, kekompakan tim, serta ketangguhan mental sebelum akhirnya berdiri di podium juara.

​“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik, baik dalam menjalankan tugas maupun di luar kedinasan,” ungkap Briptu Fatimah.

​Ia menilai bahwa nilai-nilai kedisiplinan yang ditempa melalui olahraga bela diri sangat mendukung efektivitasnya sebagai anggota Polri. Sikap disiplin, sigap, dan penuh tanggung jawab menjadi kunci utama, baik saat melayani masyarakat di jalan raya maupun ketika mempersiapkan diri dalam kompetisi.

​Tak hanya aktif di lapangan dan arena olahraga, Briptu Fatimah juga memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk merangkul masyarakat luas. Lewat konten-konten edukatif seputar keselamatan berlalu lintas, ia berupaya membangun kesadaran berkendara yang aman dengan gaya yang lebih komunikatif.

​Kisah Briptu Fatimah menjadi telaga inspirasi segar bahwa batas kemampuan diri hanyalah sebuah ilusi. Dari ketegasan di jalan raya hingga keanggunan di podium juara, semangat untuk terus berkembang adalah kunci pengabdian terbaik bagi negeri.


(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate