Jakarta, 19 Agustus 2026 — Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) memiliki potensi besar untuk melumpuhkan aktivitas vital di ibu kota. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangan persnya.
Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa Bundaran HI merupakan pusat gravitasi Indonesia yang mencakup pusat perbelanjaan, pusat perekonomian, moda transportasi, hingga kantor konsulat negara-negara asing.
"Apabila terjadi stagnasi arus lalu lintas di wilayah Bundaran HI, ini akan membuat kemacetan sampai Patung Kuda, Semanggi, dan Sudirman. Itu bukan berdampak hanya jalur arteri lain termasuk Slipi dan Gatot Subroto. Ini akan melumpuhkan Jakarta apabila HI digunakan sebagai tempat pelaksanaan penyampaian aspirasi," ujar Budi.
Temuan Senjata Tajam dan Barang Berbahaya
Dalam pengamanan yang dilakukan oleh Satgas Gakkum, aparat berhasil mengamankan 21 orang dari hasil penertiban yang dilakukan sejak malam hingga pagi hari. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang berbahaya yang dibawa oleh oknum peserta demo:
1 bilah pisau yang dibawa oleh oknum berinisial AM (mahasiswa), yang saat ini masih didalami niat dan tujuannya.
1 buah golok yang ditemukan di dalam ambulans tepat di sebelah kursi pengemudi saat dilakukan penggeledahan.
12 buah petasan dan flare, serta 6 botol yang rencananya akan digunakan untuk pembuatan bom molotov.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif dari kepemilikan senjata tajam serta temuan barang-barang yang mencurigakan tersebut guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta.
(Red).
