BANDUNG — Suasana penuh tegang mendadak berubah menjadi lautan kebahagiaan dan sorak sorai warga. Warga Kampung Bojong Koneng, Campaka, Andir, Kota Bandung, yang menggelar acara nonton bareng (nobar) duel sengit Persib Bandung melawan Port FC (di laga Asia/Liga Champions), merasakan rollercoaster emosi yang luar biasa pada Kamis malam, 8 Oktober 2026.
Acara nobar yang memanfaatkan layar proyektor sederhana di tengah pemukiman warga ini dipadati puluhan suporter setia. Suasana yang awalnya penuh semangat sempat mendadak senyap ketika Persib Bandung tertinggal lebih dulu dengan skor 0-1 di babak awal pertandingan.
Raut wajah kecewa tampak jelas dari para penonton yang memadati lokasi. Berbagai komentar bernada penasaran, bahkan celetukan khas suporter Sunda, terlontar di tengah kerumunan.
"Piraku eleh euy!" (Masa iya kalah, sih!) celetuk salah seorang penonton di lokasi nobar, menyuarakan kekhawatiran suporter lain yang berharap Maung Bandung bisa bangkit.
Namun, harapan suporter tidak sia-sia. Memasuki babak berikutnya, perjuangan anak asuh Maung Bandung mulai membuahkan hasil. Gelombang kebangkitan dimulai ketika Persib sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Stadion mini darurat di Bojong Koneng pun langsung bergemuruh menyambut gol penyeimbang tersebut. Tak berhenti sampai di situ, mental juara Pangeran Biru benar-benar diuji saat mereka sukses membalikkan keadaan. Serangan demi serangan berbuah manis hingga skor akhir berubah drastis menjadi 3-1 untuk kemenangan telak Persib Bandung!
Suasana lokasi nobar langsung pecah dalam euforia. Warga saling berangkulan, melompat kegirangan, dan mengibarkan atribut klub kebanggaan warga Jawa Barat ini.
Kemenangan dramatis ini membuktikan bahwa semangat juang Maung Bandung selalu mampu menyatukan dan memberikan kebanggaan luar biasa bagi para pendukung setianya, dari tribun stadion hingga ke layar-layar tancap di perkampungan Kota Bandung.
(Red).