PANGANDARAN — Suasana peresmian yang awalnya penuh suka cita di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan. Jembatan Gantung Pongpet yang baru saja diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, pada Minggu, 30 Agustus 2026, dilaporkan mengalami kerusakan hingga patah tak lama setelah seremoni selesai.
Jembatan yang dibangun dengan konstruksi tali baja dan lantai papan kayu ini awalnya diproyeksikan sebagai akses vital baru menuju kawasan Kampung Budaya Margacinta. Keberadaannya sangat dinantikan untuk mendongkrak aktivitas ekonomi warga sekaligus menunjang kunjungan wisatawan.
Namun, momen peresmian yang turut dihadiri oleh Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., bersama sejumlah pejabat daerah lainnya, justru menyisakan tanda tanya besar terkait kualitas pengerjaan infrastruktur tersebut. Bagian jembatan mengalami kerusakan parah yang membuat akses tersebut tidak lagi aman untuk dilintasi.
Asep Dani, salah seorang warga setempat, membenarkan insiden mengejutkan tersebut. Meski bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, ia bersama warga lainnya mendesak pemerintah agar tidak terburu-buru membuka kembali akses jembatan tersebut.
"Warga meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu. Keselamatan pengguna harus menjadi prioritas utama, apalagi jembatan ini nantinya akan sering digunakan oleh masyarakat umum dan wisatawan," ujar Asep.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti patahnya jembatan. Publik kini masih menanti hasil investigasi teknis dari pemerintah daerah guna memastikan standar keamanan Jembatan Pongpet sebelum kembali layak digunakan.
(Red).
