kebahagiaan yang terpancar, Mamitha mengungkapkan bahwa kado dan doa terbesar di usianya yang ke-41 ini bukanlah untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kesembuhan sang suami tercinta.
"Di usia aku yang ke-41 tahun ini, tentunya yang paling besar doanya buat Papih. Aku cuma ingin Papih sehat kembali dan kembali ceria lagi. Itu doa yang paling besar di tahun aku yang ke-41 ini," ungkap Mamitha penuh haru.
Ia juga berharap diberikan kekuatan mental dan fisik yang lebih besar untuk terus mendampingi serta merawat sang suami. Mamitha turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan moril dan doa yang diberikan oleh rekan-rekan terdekatnya.
Apresiasi untuk Komunitas dan Permohonan Maaf
Mamitha mengaku sama sekali tidak menyangka acara kejutan tersebut akan dihadiri oleh begitu banyak teman, mengingat persiapannya yang sangat mendadak.
"Alhamdulillah semua peserta antusias datang. Bahkan katanya banyak yang kecewa karena tidak diundang. Mohon maaf, bukan saya tidak ingin mengundang, tetapi fasilitas dan tempat memang terbatas," jelasnya.
Meski demikian, ia berharap ke depan dapat kembali menggelar ajang silaturahmi dalam skala yang lebih besar di tempat yang lebih representatif, tentu dengan kehadiran sang suami yang sudah pulih sepenuhnya.
Menutup rangkaian hari jadinya, Mamitha juga memanjatkan rasa syukur atas kehadiran buah hatinya yang selalu memberikan dukungan penuh. Ia berharap anak-anaknya senantiasa sehat, menjadi pribadi yang ceria, dan terus membawa kebahagiaan bagi keluarga.
Perayaan hari lahir yang ditutup dengan tawa, canda, dan sportivitas ini sukses meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin yang hadir.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai keseruan acara ulang tahun Mamitha ini?
(Wempi).


