Luruskan Video Viral di Moch. Toha, Paguyuban Cepot Motah Gratiskan Pecel Lele untuk Warga


BANDUNG, 18 Oktober 2026 – Sempat menyita perhatian publik dan meramaikan lini masa media sosial, insiden di Jalan Moch. Toha, Kota Bandung yang terjadi pada Jumat (16/10/2026) lalu akhirnya menemui titik terang. Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja, secara resmi memberikan klarifikasi guna meluruskan beragam spekulasi yang berkembang di kalangan netizen.

​Langkah cepat ini diambil menyusul kekhawatiran bahwa narasi liar yang beredar—khususnya yang mengaitkan lokasi kejadian di depan lapak pedagang pecel lele—dapat memicu kesalahpahaman publik hingga berdampak buruk pada omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

​Respon Cepat Demi Lingkungan dan Pelaku Usaha

​Tidak ingin isu ini bergulir menjadi polemik berkepanjangan yang merugikan pedagang kecil, Tommy bersama jajaran Paguyuban Cepot Motah langsung turun tangan. Sebagai bentuk komitmen nyata dan kepedulian terhadap ekosistem UMKM lokal, mereka merangkul warga dan pedagang dengan aksi simpatik.

​Pada Sabtu malam (17/10/2026), Paguyuban Cepot Motah meluncurkan aksi berbagi dengan memborong dan menggratiskan hidangan pecel lele bagi warga sekitar. Langkah ini terbukti efektif mencairkan suasana sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali meramaikan lapak pedagang tanpa rasa ragu.

​Sampaikan Permohonan Maaf dan Ajak Warga Bijak Ber-sosmed
​Di sela-sela aksi berbagi tersebut, Tommy Subagja secara tulus menyampaikan permohonan maaf langsung kepada pemilik lapak pecel lele atas ketidaknyamanan maupun dampak ekonomi yang sempat timbul akibat viralnya video tersebut.

​"Kami memohon maaf kepada pedagang pecel lele apabila kejadian kemarin menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap usaha mereka. Kami tidak ingin ada kesimpangsiuran informasi yang berkembang dan berujung menjadi polemik di masyarakat," ungkap Tommy.

​Ia menegaskan pentingnya meluruskan disinformasi agar masyarakat mendapatkan perspektif yang utuh dan obyektif. Tommy juga mengimbau netizen dan warga internet agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari potongan video pendek di media sosial tanpa mengonfirmasi fakta lapangan terlebih dahulu.

​Wujud Nyata Kepedulian Terhadap UMKM Lokal

​Bagi Paguyuban Cepot Motah, pemberdayaan dan perlindungan terhadap UMKM merupakan salah satu pilar utama fokus gerakan organisasi. Aksi borong pecel lele ini menjadi bukti bahwa keberadaan paguyuban tidak sekadar untuk urusan internal, melainkan hadir membawa manfaat sosial-ekonomi bagi warga sekitar.

​"Kami ingin masyarakat tetap merasa nyaman, dan para pedagang UMKM bisa terus berjualan dengan baik. Salah satu perhatian Paguyuban Cepot Motah adalah mendukung UMKM. Karena itu, kami ingin persoalan ini disikapi dengan baik, tanpa merugikan pedagang kecil," tegasnya.

​Melalui momentum ini, Paguyuban Cepot Motah turut mengajak seluruh elemen warga Kota Bandung untuk terus memajukan perekonomian rakyat dengan senantiasa mendukung serta membeli produk-produk dari pedagang UMKM lokal.

(Puput).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate