CIMAHI — Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus menggenjot pengerjaan proyek underpass yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026. Kepala Dishub Endang menyampaikan bahwa penyesuaian jalur melalui rekayasa contraflow merupakan langkah krusial agar mobilitas warga dari arah utara menuju selatan tetap berjalan selama proyek berlangsung, tanpa harus terhenti total.
Di tengah kepadatan lalu lintas pada jam berangkat dan pulang kerja yang memuncak akibat proyek ini, secercah harapan mulai terlihat. Difungsikannya Jembatan Pemkot Cimahi—meski saat ini baru bisa dilalui oleh kendaraan roda dua—terbukti membawa dampak positif yang signifikan dalam mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Amir Mahmud. "Alhamdulillah, kepadatan yang ada di sepanjang Jalan Amir Mahmud sudah berkurang signifikan," ujar Endang saat ditemui di kantornya pada Jumat, 11 September 2026.
Meskipun pergerakan kendaraan di jam sibuk kini relatif lancar dan situasi di lapangan masih dalam batas kendali petugas, antrean kendaraan tetap tak terhindarkan pada jam krusial pagi dan sore hari, terutama yang mengekor hingga ke area Jalan Urin dan Dustira. Arus lalu lintas dari utara ke selatan masih harus berbagi lajur lewat sistem contraflow dua arah yang menuntut kesabaran ekstra dari para pengguna jalan.
Selain kapasitas lajur yang menyempit, tantangan terbesar justru datang dari perilaku segelintir warga yang nekat melawan arus di jalur rekayasa sementara. Endang dengan tegas mengingatkan bahwa tindakan indisipliner ini tidak hanya memicu kemacetan parah dan menghambat laju kendaraan lain, tetapi juga sangat berisiko fatal bagi keselamatan bersama.
Mengingat sebagian besar titik lain sudah beroperasi normal, kesadaran warga untuk mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama agar situasi tetap kondusif hingga underpass resmi beroperasi sepenuhnya pada akhir tahun ini.
(Red).
