CIMAHI — Setelah sempat ditutup total akibat perbaikan struktural yang krusial, Jembatan Pemkot Cimahi akhirnya resmi dibuka kembali secara parsial khusus untuk kendaraan roda dua terhitung mulai hari ini, Selasa (8/9/2026).
Langkah taktis ini diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi sebagai solusi cepat guna mengurai keterbatasan mobilitas warga yang selama ini terganggu. Mengingat perbaikan fisik di lokasi belum sepenuhnya rampung, Wali Kota Cimahi Ngatiyana turun langsung meninjau kesiapan infrastruktur tersebut. Kebijakan awal ini memberikan kelonggaran bagi para pengendara motor untuk melintas dari dua arah secara non-stop selama 24 jam penuh tanpa skema buka-tutup lalu lintas.
Adapun untuk kendaraan roda empat, pembatasan masih diberlakukan ketat demi keamanan. Diperkirakan butuh waktu dua hingga tiga minggu lagi sampai roda empat bisa kembali beroperasi di atas jembatan.
Prioritaskan Kualitas, Bukan Sekadar Kecepatan
Ngatiyana menegaskan, pembukaan jalur secara parsial ini diambil lewat perhitungan matang yang menyeimbangkan antara kebutuhan lalu lintas warga dan keselamatan kerja para personel di lapangan. Pihaknya enggan mengorbankan mutu bangunan hanya demi mengejar waktu.
"Pekerjaan belum selesai, sehingga kita perlu menjaga keselamatan kerja bagi para pekerja. Kita baru buka untuk sepeda motor saja. Kita juga mengejar kualitas, jangan sampai pekerjaan dipaksakan tetapi kualitasnya belum terpenuhi," tegas Ngatiyana.
Pembenahan jembatan ini terbilang sangat krusial. Faktor usia bangunan yang tua serta erosi akibat paparan air secara terus-menerus sempat memicu penurunan struktur, terlebih ditunjang oleh sistem pondasi lama yang kurang kokoh. Dalam revitalisasi kali ini, tim teknis menyuntikkan pemancangan hingga dasar tanah keras guna menjamin daya tahan serta keamanan jangka panjang.
Strategi Kerja Siang-Malam
Guna mengejar target perampungan pada bulan ini tanpa menyunat spesifikasi teknis, Pemkot Cimahi menerapkan strategi penambahan jam kerja hingga malam hari.
"Pekerjaan tidak dipercepat dengan mengurangi spesifikasi. Kita bergerak siang dan malam untuk bekerja, sehingga waktu penyelesaiannya bisa lebih cepat dan jembatan dapat kembali beroperasi," jelasnya.
Setelah seluruh konstruksi beres, evaluasi menyeluruh serta pengujian kualitas bakal digelar sebelum izin melintas kendaraan roda empat diterbitkan. Di akhir peninjauan, Wali Kota berpesan agar para pemotor senantiasa berhati-hati, mematuhi tata tertib, dan tidak saling serobot demi mengantisipasi penumpukan kendaraan.
"Untuk sepeda motor ini 1 x 24 jam, tidak perlu buka-tutup. Saya harapkan masyarakat tetap menjaga keamanan dan keselamatan, lewati dengan baik dan antre supaya tidak macet," pungkasnya.
(EVA).
