Wali Kota Cimahi Ngatiyana hadir membaur di tengah ratusan warga untuk mendengar langsung berbagai persoalan di tingkat akar rumput. Salah satu isu paling mendesak yang disuarakan warga adalah keberlanjutan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun Anggaran 2027 di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Ngatiyana memastikan komitmen Pemkot Cimahi untuk tetap menjalankan program kerakyatan itu meski dihadapkan pada penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD).
"Kami akan berusaha maksimal untuk merealisasikannya, tapi kami tidak mau mengumbar janji manis. Saat ini dana TKD memang berkurang, tapi PPM masih tetap berjalan. Mengapa masih bisa berjalan? Karena kami melakukan efisiensi dan pengurangan dari program lain, contohnya pemangkasan anggaran makanan-minuman dan alat tulis kantor di pemerintahan," ujar Ngatiyana di hadapan warga.
Selain masalah anggaran pemberdayaan, dalam kegiatan ronda malam tersebut warga juga mengadukan kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) serta penanganan banjir.
Ngatiyana memastikan pengadaan PJU melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Cimahi akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Sementara itu, untuk perbaikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan penanganan drainase di Jalan Jenderal Amir Machmud, Pemkot harus melalui proses koordinasi lintas instansi karena status jalan tersebut merupakan jalan nasional. Pemkot Cimahi berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar perbaikan drainase dan pengaspalan bisa segera dikerjakan guna mengantisipasi banjir.
Isu pendidikan turut menjadi sorotan dalam dialog interaktif tersebut, khususnya terkait sistem zonasi sekolah. Wali Kota menegaskan bahwa aturan zonasi bersifat mutlak mengikuti regulasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Mengingat daya tampung SMP negeri di Kota Cimahi baru mampu menyerap sekitar 5.000 siswa dari total 7.000 lulusan SD, Pemkot Cimahi memastikan tidak ada anak yang boleh putus sekolah. Sebagai solusi konkret, pemerintah telah menyiapkan komitmen penyaluran bantuan bagi siswa yang nantinya terpaksa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Melalui kegiatan ronda malam yang interaktif ini, Pemkot Cimahi berharap saluran komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tetap transparan, solutif, dan tepat sasaran dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kota.
(Red).
