BANDUNG, 22 September 2026 — Denyut nadi perekonomian Kota Bandung bersiap menyambut babak baru yang lebih bergairah. Momentum reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara disambut hangat oleh para pedagang Pasar Baru Trade Center melalui acara silaturahmi dan syukuran yang digelar meriah pada akhir pekan lalu.
Acara strategis ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, jajaran Perumda, PT DAM, Ketua Pengelola Pasar Baru Iwan Hermawan, sesepuh Pasar Baru Bah Alam, serta ratusan pedagang yang antusias menatap masa depan bisnis mereka.
Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Farhan secara blak-blakan mengibaratkan hubungan antara Bandara Husein Sastranegara dan Pasar Baru bagaikan ikatan biologis yang tak terpisahkan.
“Bandara Husein dengan Pasar Baru itu memiliki hubungan darah. Artinya, kalau sampai bandara kehabisan darah, Pasar Baru juga kehabisan darah. Hubungannya seperti itu,” tegas Farhan menggambarkan krusialnya sinergi sektor transportasi udara dan pusat perbelanjaan legendaris ini.
Menjawab Instruksi Pusat, Siap Sambut Wisatawan
Wali Kota menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan strategis yang diinstruksikan sejak 25 Mei lalu, yakni reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara. Menurutnya, karpet merah bagi para wisatawan dan pendatang ini harus segera direspons dengan kesiapan total dari berbagai sektor, khususnya pusat perdagangan dan fesyen andalan Bandung.
Farhan mengingatkan agar para pedagang tidak lengah. Jangan sampai pelancong yang mendarat di Bandung justru mendapati pusat perbelanjaan yang kurang siap dalam pelayanan maupun ketersediaan produk berkualitas.
"Setelah dibuka, lalu apa? Ini yang kita lakukan sekarang, mengaktifkan kembali Pasar Baru untuk mencari berbagai macam solusi perdagangan," ujarnya.
"Kalau nanti turis datang ke sini, melihat toko sepi, barangnya tidak ada atau tidak ada yang bagus, kan sayang. Kita mesti siap menangkap para calon konsumen kita," imbuhnya.
Pemkot Kaji Ulang Kerja Sama Pengelolaan Demi Fleksibilitas
Di tengah angin segar kembalinya aktivitas penerbangan, Pemkot Bandung juga tidak menutup mata terhadap tantangan internal pengelolaan Pasar Baru. Pemerintah saat ini tengah serius membedah akar permasalahan perjanjian kerja sama antara PD Pasar dan pihak ketiga yang diteken sebelum pandemi COVID-19 melanda.
Farhan menilai, klausul perjanjian lama terlampau kaku untuk menghadapi dinamika ekonomi pascapandemi yang berubah drastis. Oleh karena itu, peninjauan ulang (review) sedang digodok secara matang.
"Ini salah satu kerja sama yang peraturannya waktu itu terlalu ketat, sehingga kita tidak bisa menemukan solusi yang lebih fleksibel. Bukan tidak mungkin nanti kita akan melakukan semacam review terhadap perjanjian yang berujung kepada apakah akan ada adendum ataukah akan ada investor baru," bebernya.
Inovasi Kunci Utama: Produk Berkualitas, Harga Kompetitif
Menutup rangkaian acara, Farhan mendorong para pedagang agar tidak hanya menunggu, melainkan proaktif berinovasi. Kehadiran wisatawan mancanegara maupun Nusantara harus dimanfaatkan untuk menawarkan produk-produk segar yang inovatif, berdaya saing tinggi, namun tetap ramah di kantong.
Dengan kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara, sinergi erat antara pemerintah, pengelola, dan pedagang ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Pasar Baru Trade Center sebagai destinasi belanja nomor wahid di kancah nasional hingga internasional.
Bagaimana pandangan Anda mengenai strategi Pemkot Bandung dalam memadukan sektor pariwisata udara dan pusat perdagangan tradisional ini?
(Wempi).



